Pada 2013 bumi diperkirakan diserang badai matahari. Biaya ekonomi dan sosial akibat badai geomagnetis ini diperkirakan luar biasa.

“Matahari telah terbangun dari tidur yang panjang, dan dalam beberapa tahun mendatang, kami memperkirakan banyaknya peningkatan aktivitas matahari,” ujar Richard Fisher, kepala divisi Heliophysics NASA. “Di saat yang sama, lingkup teknologi kita telah mengembangkat alat sensitif akan badai matahari.”

Komentar Fisher ini muncul di Space Weather Enterprise Forum 2010 minggu lalu di mana para ilmuwan berkumpul untuk mendiskusikan persiapan menghadapi badai matahari besar yang akan menyerang bumi di 2013.

Fisher melihat masalah serius akan hadir pada 2013 di mana aktivitas matahari mencapai puncak. “Saya pikir isu saat ini bahwa masyarakat modern sangat tergantung dengan benda elektronik, ponsel, satelit. Ada beberapa dampak ekonomi soal ini. Kita menganggap hal tersebut sebagai masalah yang sangat serius. Dampak ekonomi dapat terjadi seperti terkena badai atau angin topan besar.”

Dalam sebuah laporan bahkan disebutkan, biaya ekonomi dan sosial akibat dampak badai geomagnetis ini bisa jadi belum pernah dialami sebelumnya.

Seperti dikutip dari The Register, bencana ini diperkirakan menghabiskan biaya sekitar US$2 triliun (Rp18,2 biliun) dan diperkirakan membutuhkan perbaikan selama 4 hingga 10 tahun.

Peneliti di Pusat Sains Atmosfir dan Iklim LAPAN Prof Dr Thomas Djamaludin mengatakan badai matahari tidak berdampak mematikan atau menghancurkan bumi. Dampaknya lebih ke teknologi dan ekonomi.

Sementara badai matahari pernah terjadi pada 2000. Sementara perkembangan teknologi di 2013 tidak jauh berbeda dengan saat puncak aktivitas matahari yang terjadi saat pergantian milenium.

“Sekitar 2000 operator satelit dan pengelola jaringan listrik bisa mengatasi badai matahari. Kita tidak mengalami gangguan yang berarti. Bahkan saat terjadi badai besar 28 Oktober 2003 tidak ada dampak yang dirasakan masyarakat,” kata Thomas.

“Apalagi prakiraan terbaru puncak aktivitas matahari di 2013 tidak setinggi 2000, hanya sekitar 2/3 puncak 2000. Jadi, tidak perlu risau dengan berita kehancuran bumi atau kerusakan hebat pada 2013.”

Saat terjadi badai matahari, partikel berenergi tinggi berupa proton dan elektron dilontarkan dari matahari. Kadang lontaran itu disertai interaksi dengan medan magnet bumi yang menjadikan dampak tambahan.

Bila partikel itu mengarah ke bumi, fasilitas pertama yang terkena dampaknya adalah satelit. Setelah itu yang terkena adalah jaringan listrik di wilayah lintang tinggi.

Tapi badai matahari tidak berdampak langsung pada manusia di permukaan bumi. Jadi, hanya dampak teknologi dan ekonomi yang mungkin terjadi, sebut Thomas.

Badai matahari sebenarnya bukan hanya saat puncak yang diperkirakan 2013. Ledakan di matahari bisa terjadi sewaktu-waktu. Hanya saja frekuensi kejadiannya paling banyak saat puncak aktivitas matahari.

Namun lebih sering terjadi bukan berarti paling kuat. Dan tidak ada seorang pakar yang bisa memperkirakan kapan badai matahari paling besar akan terjadi. Walau perkiraan kasarnya bisa dibuat, yaitu sekitar puncak aktivitas matahari, sebelum atau sesudahnya. [mdr]

sumber : http://www.inilah.com

Advertisements