Seiring dengan meningkatnya kompetisi di bisnis telekomunikasi yang sedang dijalani saat ini, maka wajarlah jika tensi sedikit naik, terlebih jika system yang sudah disepakati tidak berjalan dengan lancar. Semakin besar sebuah institusi maka semakin kompleks pulalah struktur system yang diterapkan di institusi tsb. System tidak dapat dipersalahkan karena dia hanya sebuah urutan prosedur yang sudah disepakati bersama. Justru person-nya lah yang harus menyesuaikan kedalam system itu dalam kondisi apapun dan dituntuk untuk lebih kreatif didalam mencapai target. Dalam hal ini, kekompakan sebuah team sangat diperlukan, dan untuk membina kekompakan tsb dibutuhkan pulalah sebuah kepempinan yang kuat / strong leader. Good Leader tidak cukup untuk menghadapi kompetisi ini, krn orang-orang yang berada didalamnya adalah orang-orang yang memiliki karakter masing-masing. Yang bisa dipakai di kondisi ini adalah Good Management.

Kekompakan menurut saya gampang untuk dibentuk, tapi dengan kepemimpinan yang lemah hal tsb hanyalah sebuah mimpi. Jika tidak bisa bersikap bijaksana, maka justru yang akan muncul adalah perpecahan didalam tim itu sendiri. Lihatlah tim Prancis di Piala Dunia 2010 ini, buruknya manajemen tim dan pelatih membuat pemain-pemain hebat mereka tidak bisa bermain lepas untuk mencapai hasil yang memuaskan. Ini baru sebuah contoh nyata, betapa kepemimpinan itu begitu berpengaruh buat sebuah team.

Tidak bisa dipungkiri bahwa didalam sebuah tim terdapat berbagai dimensi karakter orang, ada yang suka kelapangan, ada yang suka dikantor saja, ada yang suka ngoprek, ada yang suka chatting, ada yang sukanya browsing, ada yang pintar “menjilat”, ada yang ingin diperhatikan dllsb. Semua itu sah-sah saja dalam sebuah koridor. Disinilah seorang Strong Leader harus mampu menjalankan Good Management untuk menyatukan semua dimensi tsb sehingga menjadi sesuatu kekuatan yang benar-benar tangguh dan diperhitungkan. Tanpa itu maka semua akan berjalan sendiri-sendiri untuk menyelamatkan diri masing-masing dengan segala cara, baik itu cara yang halal maupun yang haram. Ironisnya dalam situasi seperti ini, biasanya orang-orang yang pandai menjilat-lah yang mendapatkan penilaian bagus dari pimpinan dan biasanya akan mendapatkan apresiasi yang lebih baik dibanding anggota tim yang lain. Hal ini lagi-lagi akan menciptakan perpecahan didalam sebuah tim. Memang pada akhirnya orang-orang spt itu akan tersingkir dari system, tetapi dalam rangkaian waktu tertentu paling tidak mereka sudah menikmati hasil “jerih payah” mereka dengan menempati satu posisi yang lebih baik daripada anggota tim lainnya, dan secara psikologis hal ini akan sangat membebani orang-orang yang telah berusaha secara normal, karena tuntutan untuk meneladani mereka-mereka yang “error” ini.

Dalam kondisi inilah Strong Leader with Good Management tersebut dibutuhkan. Setiap orang harus diberi kesempatan yang sama untuk sebuah peluang, dan diberikan materi-materi khusus yang dapat meningkatkan kompetensi mereka, sehingga dalam perjalanannya Pemimpin akan dapat melihat siapa sebenarnya yang perform dan on the track, dan orang-orang tsb-lah yang layak diapresiasi.

Seorang Strong Leader harus bisa mengelola perbedaan, tapi tidak boleh membiarkan perpecahan sekecil apapun di team yang dia pimpin.