“Memang tidak ada manfaat langsung menjadi seorang pendonor darah. Namun dengan mendonorkan darah secara rutin setiap tiga bulan sekali, maka tubuh akan terpacu untuk memproduksi sel-sel darah baru, sedangkan fungsi sel-sel darah merah adalah untuk oksigenisasi dan mengangkut sari-sari makanan. Dengan demikian fungsi darah menjadi lebih baik sehingga donor menjadi sehat. Selain itu, kesehatan pendonor akan selalu terpantau karena setiap kali donor dilakukan pemeriksaan kesehatan sederhana dan pemeriksaan uji saring darah terhadap infeksi yang dapat ditularkan lewat darah,” demikian yang tertulis di website resmi PMI tentang manfaat donor darah.

Hal tersebut benar adanya, donor darah dapat mempercepat proses penggantian sel-sel darah. Hasilnya, tubuh kita akan menjadi lebih sehat. Sel-sel darah dalam tubuh hanya mampu bertahan selama 100 hari. Jika darah tidak didonorkan, sel itu akan terbuang sia-sia.
Selain itu donor darah juga dapat bermanfaat untuk mengetahui bebrapa penyakit tertentu yang sedang diderita oleh pendonor.  Setidaknya setiap darah yang didonorkan akan melalui 13 pemeriksaan (11 diantaranya untuk penyakit infeksi). Pemeriksaan tersebut antara lain HIV/AIDS, hepatitis C, sifilis, malaria, dan sebagainya. Secara otomatis pun pendonor dapat mengetahui apabila ada penyakit yang sedang dideritanya.

Manfaat lainnya, donor darah juga dapat mencegah timbulnya penyakiy jantung dan kanker. Beberapa hasil penelitian mendukung pernyataan ini. Gaya hidup modern mengakibatkan kita lebih sering mengkonsumsi daging merah dan kurang asupan serat. Akibatnya, jumlah zat besi di tubuh kita terlalu banyak. Hasilnya, terbentuk radikal bebas yang dapat mengganggu kerja sel normal. Jika fungsi sel normal terganggu, kita akan beresiko terkena serangan jantung dan kanker.Dengan rutin mendonorkan darah, radikal bebas yang terkandung dalam darah akan berkurang. Resiko terkena kanker dan serangan jantung pun akan berkurang.

Dengan manfaat demikian, rasanya tidak ada alasan lagi untuk tidak mendonorkan darah. Apalagi mendonorkan darah juga berarti memberi kehidupan pada orang lain yang tentunya sangat mulia.

Akan tetapi, sebelum mendonorkan darah, ada baiknya memperhatikan syarat-syarat berikut

1. Berbadan sehat
2. Berusia 17-65 tahun
3. Berat badan > 45 kg
4. Tidak sedang menderita penyakit
5. Wanita : tidak edang hamil dan menyusui
6. Jarak waktu donor darah min 3 bulan

Serta syarat tambahan yaitu :

1. Kandungan hemoglobin dalam darah > 12,5 (CMIIW)
2. Spesial buat wanita, tidak sedang haid dan jarak setelah haid dengan waktu donor darah sebaiknya 1 minggu.

Bagi yang ingin mendonorkan darahnya, disarankan untuk sarapan terlebih dahulu sebelum mendonor. Tidur pada malam hari sebelum donor. Serta bagi yang memiliki tekanan darah agak rendah, sebaiknya melakukan olahraga ringan sebelum donor. Tekanan darah normal adalah 120/80, tapi tekanan darah 100-110 / 70-80 biasanya masih diperbolehkan donor. Ketika jarum suntik masuk ke dalam tubuh, tubuh diharapkan rileks tanpa berpikir macam-macam.

Ada sedikit tips bagi yang pertama kali donor darah nih. Kalau sebelumnya belum pernah donor darah, biasanya setelah donor agak pusing, bahkan pisang. Jika terasa pusing ketika donor dilaksanakan, segera sampaikan kepada petugas. Setelah donor dilakukan, jarum dilepaskan, paksakan dulu untuk beristirahat sebentar di tempat donor. Jangan berjalan dulu dan duduklah secara perlahan.

Bagi yang takut jarum suntik, tipsnya simpel saja. Jangan lihat jarum suntiknya. Menurut beberapa teman yang telah donor darah, nggak sakit kok ketika jarum suntik masuk dan darah mengalir dari tubuh ke kantong. Justru, ada kenikmatan tersendiri ketika darah mengalir.

Nah, bagi yang telah mendonorkan darah dan atau yang tergerak hatinya untuk mendonorkan darah, berbahagialah karena kamu telah menjadi orang dapat mendonorkan darah karena itulah pertanda dari Yang Maha Kuasa bahwa kita diberi nikmat sehat.

(*/berbagai sumber, dikutip dari : http://inioke.com/konten/1283/ayo-donor-darah.html)

Advertisements