IHSG akhirnya dapat menutup pekan ini dengan ceria. Setelah berada di zona negatif sepanjang perdagangan, indeks berhasil rebound, dekati angka 3.000.

Pada perdagangan Jumat (16/7), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 11,853 poin (0,39%) ke level 2.992,450. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang naik 2,522 poin (0,43%) ke level 581,072.

Indeks saham gabungan di awal perdagangan melemah 0,21% ke level 2.974, dan bergerak flat hingga pada sesi siang masih memerah di level 2.977. Namun, pada sesi dua, aksi beli mulai marak, hingga indeks berhasil rebound dan akhirnya ditutup di 2.992.

Analis pasar modal Felix Sindhunata mengatakan, setelah melemah akibat aksi profit taking investor, IHSG menjelang penutupan berbalik arah dan bergerak menguat,”Investor melakukan pembelian saham-saham yang sudah terkoreksi dalam,” katanya.

Menurutnya, para pelaku pasar melakukan pembelian selektif atas saham-saham unggulan, menyusul ekspektasi positif atas kinerja pada semester dua 2010. Hal ini didukung kondisi fundamental perekonomian yang solid.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup moderat, dimana volume transaksi tercatat 2,210 miliar lembar saham, senilai Rp 1,436 triliun dan frekuensi 43.227 kali. Sebanyak 67 saham naik, 108 saham turun dan 70 saham stagnan.

Investor asing banyak melakukan penjualan. Asing mencatatkan transaksi jual bersih (foreign net sell) sebesar Rp42 miliar. Dimana aksi jual mendominasi sebesar Rp464 miliar dan aksi beli hanya mencapai Rp421 miliar.

Kebanyakan sektor menguat, dipimpin sektor infrastruktur yang naik 1,23%. Disusul sektor perkebunan yang terangkat 1,1%, konsumsi 0,7%, finansial 0,5%, manufaktur 0,3% dan industri dasari 0,1%. Sedangkan sektor tambang, properti, aneka industri dan perdagangan masih memerah.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 5,289 miliar lembar saham, senilai Rp 3,614 triliun dan frekuensi 97.514 kali. Sebanyak 108 saham naik, 102 saham turun dan 78 saham stagnan.

Asing yang di awal perdagangan mencatatkan penjualan, pada sesi dua mulai melakukan pembelian, sehingga nilai transaksi bersih (foreign net buy) mencapai Rp110 miliar. Dengan rincian transaksi beli sebesar Rp1,304 triliun dan transaksi jual mencapai Rp1,193 triliun.

Beberapa emiten yang menguat antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp 850 ke Rp 34.050, Indo Tambang (ITMG ) naik Rp 450 ke Rp 38.200, Lonsum (LSIP) naik Rp 250 ke Rp 7.800, Astra Agro (AALI) naik Rp 200 ke Rp 18.750.

Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 200 ke Rp 6.100, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 120 ke Rp 1.700, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 100 ke Rp 9.400, Astra International (ASII) turun Rp 100 ke Rp 49.750.

IHSG berhasil menguat di tengah pelemahan bursa regional Asia. Kekhawatiran memburuknya prospek pertumbuhan ekonomi AS, mendorong investor untuk mengurangi tekanan pada eksportir. Bursa regional Indeks Nikkei merosot 277.17 poin (2.9%) menjadi 9408.36, terburuk sejak 7 Juni. Adapun yen mencapai tertinggi dalam dua pekan terhadap dolar AS.

Indeks Kopsi di Korsel turun 12.84 poin (0.7%) menjadi 1738.45, setelah melesat ke 1754.28.

Investor lokal melepas saham terkait eksportir seperti perusahaan teknologi dan otomotif. Demikian juga indeks komposit Shanghai turun 0,03 poin pada 2.424,27 atas kompensasi kinerja lemah Agriculture Bank di China.

Sedangkan bursa Eropa dibuka menguat tipis, dibantu sektor minyak setelah sukses pengujian kepercayaan BP juga bahwa krisis Teluk Meksiko mendekati akhir. Selain keberhasilan penyelesaian gugatan Securities and Exchange Commission dengan Goldman Sachs.

Indeks Stoxx 600 Eropa naik 0,2% pada 253,36, indeks FTSE 100 London naik 0,4% di 5.229,54, indeks DAX Frankfurt naik 0,3% menjadi 6.166,39 dan indeks CAC-40 Paris naik 0,2% di 3.589,80. [mdr]

sumber : http://www.inilah.com/news/read/ekonomi/2010/07/16/669341/ihsg-akhir-pekan-rebound-dekati-3000/