Banyak yang menganggap bahwa otak akan aktif ketika orang sadar atau terjaga dan otak jadi tidak aktif ketika orangtidak sadar. Tapi anggapan itu ternyata salah, karena otak sebenarnya lebih aktif ketika orang tidak sadar.

Selama ini mungkin banyak orang yang menganggap bahwa terjaga dan sadar adalah hal yang sama. Namun sebenarnya ini adalah dua konsep yang berbeda.

Batang otak adalah yang mengatur seseorang tetap terjaga atau tidak, sementara wilayah konteks yang mengatur tingkat kesadaran. Orang bisa saja sadar sambil tertidur, kondisi ini disebut bermimpi.

Sebaliknya, orang juga bisa terjaga tapi tidak sadar. Kondisi tersebut dinamakan tingkat vegetatif, yang mana ketika tidak sadar beberapa daerah otak menjadi lebih aktif daripada orang terjaga dan sadar.

Dilansir dari Livestrong, Senin (9/8/2010), berikut beberapa kondisi tingkat kesadaran seseorang:

1. Tidur tidak sadar
Otak ternyata sangat aktif ketika seseorang sedang tertidur, bahkan ketika tidak bermimpi sekalipun. Dan ketika orang terjaga, batang otak mengeluarkan neurotransmiter seperti norepinefrin dan serotonin untuk menjaga otak tetap aktif.

Namun, menurut peneliti kesehatan Teofilo Lee-Chiong dari University of Colorado, batang otak berisi berbagai jenis neuron yang mengekspresikan bahan kimia yang membuat tidak aktif ketika neuron ‘bangun’ selama tidur. Neuron ini ternyata aktif ketika orang tidur dan menjadi tidak aktif ketika orang terjaga.

2. Koma dan anestesi
Orang yang sedang dalam keadaan koma dan pengaruh anestesi (obat bius) tidak dapat dibangunkan dan orang tersebut sangat tidak sadar. Orang dengan kondisi seperti ini memiliki gelombang otak yang sangat lambat, namun ‘aktifitas listrik’ otak adalah salah satu penanda keaktifan otak.

Aliran darah dan metabolisme, yang diukur dengan menggunakan scan fMRI dan PET, masing-masing yang merupakan jenis aktivitas otak yang tidak berhenti sama sekali selama koma atau anestesi. Bahkan, beberapa pasien koma memiliki tingkat metabolisme yang lebih tinggi dari otak besar, yaitu neurotransmiter norepinefrin, serotonin dan dopamin.

3. Kejang
Kejang dimulai ketika aktivitas beberapa neuron meningkat ke titik yang melampaui kemampuan otak. Hyper-excitability (rangsangan berlebihan) bisa menyebar ke seluruh otak, menyebabkan kejang. Orang yang mengalami kejang menjadi tidak sadar, tetapi neuron menjadi aktif secara tidak terkontrol.

4. Level vegetatif (koma panjang)
Orang-orang dalam keadaan vegetatif (koma) dapat sepenuhnya terjaga namun orang tersebut tidak mampu untuk sadar. Orang-orang seperti ini kadang-kadang menunjukkan aktivitas batang otak dan aktif pada sistem limbik otak. Orang-orang ini bisa menangis, tertawa, tidur, bangun dan bergerak di sekitar mata, tetapi mereka tidak memiliki koneksi dengan dunia nyata.

Orang dengan level vegetatif bisa memiliki aktivitas sistem limbik lebih dalam ketimbang orang sehat. Salah satu alasannya adalah karena korteks dapat turun dan memodulasi aktivitas dalam sistem limbik. Dengan tidak adanya aktivitas korteks, sistem limbik dapat aktif dalam pola yang tidak terkendali dan tidak teratur.
(mer/ir)

sumber : detikhealth