Menjelang lebaran, pasar mobil bekas mulai menggeliat. Para calon pemudik ke kampung halaman mulai memburu mobil idamannya. Apakah anda termasuk satu diantara mereka? Bila ya, bersikaplah cermat sebelum menentukan pilihan. Perhatikan dan teliti bagian demi bagian mobil.

Satu diantara beberapa bagian mobil yang wajib mendapat perhatian adalah sistem kelistrikan. “Sebab, mobil yang akan digunakan untuk mudik harus siap untuk perjalanan jauh. Suplai sumber listrik menjadi sangat penting, karena di perjalanan biasanya perangkat audio, air conditioner (AC) dan lain-lain terus digunakan,” papar Indra Gunawan, pimpinan bengkel dan toko alternator Mitra Motor, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (10/8).

Padahal, pada mobil yang telah berumur lima tahun atau lebih banyak sekali kabel yang getas. Sehingga sistem pasokan listrik pun terganggu.

Ada beberapa cara untuk mengecek sistem kelistrikan pada mobil bekas yang anda beli. Cara yang umum digunakan adalah dengan voltmeter. “Menggunakan voltmeter ini mudah melihat hasilnya dan tidak menimbulkan rasa penasaran,” sebut Indra.

Langkah pertama, periksalah tegangan pada aki dan jangan menyalakan mesin. Sebagai patokan, aki yang baik memiliki tegangan atau voltase 12 – 13 volt. Setelah itu, lakukan pemeriksaan beberapa titik yang menyalurkan aliran listrik positif, seperti koil, semua lampu, pemantik api, serta komponen lainnya.

Pastikan, tegangan yang ada di bagian-bagian itu masih bagus. Indikator di voltmeter digital biasanya menunjukkan dengan kata good bila arus listrik masih bagus.

Langkah selanjutnya adalah, memeriksa alternator. Alternator mulai berfungsi untuk membangkitkan listrik ketika mesin dihidupkan untuk disalurkan ke aki dengan mengubah tegangan AC menjadi tegangan DC.

“Seperti diketahui, sistem pengisian listrik pada kendaraan mempunyai tiga rangkaian komponen penting yaitu aki, alternator dan regulator,” kata Indra.

Alternator terdiri dari komponen-komponen seperti gabungan kutub magnet yang dinamakan rotor, yang didalamnya terdapat kumparan kawat magnet yang dinamakan stator. Adapun regulator berfungsi sebagai alat pengatur dan pembatas voltase.

Bila alternator lemah atau bermalasah maka suplai listrik ke aki juga tidak berjalan semestinya. Akibatnya mobil bisa mogok di tengah jalan. Pada umumnya alternator mobil memiliki daya sekitar 60-70 Ampere.

“Daya itu, umumnya disesuaikan dengan besarnya kapasitas aki. Misalnya di mobil yang dilengkapi aki 70 Ampere, alternatornya juga 70 Ampere,” papar pria tinggi besar itu.

Lantas bagaimana cara memeriksa alternator? Cukup gampang, hidupkan mesin dan seluruh perangkat kelistrikan, seperti lampu besar, audio, AC, pemanas kaca dan lain-lain. “Kemudian ukur tegangan di aki. Alternator yang masih bagus akan membuat tegangan aki minimal berada di angka 12,8 volt,” sebut Indra.

Setelah itu, periksa tegangan pada beberapa titik dimana ada aliran listrik positif, seperti pada koil, lampu-lampu, pemantik api, dan komponen lainnya. Carilah bagian yang memungkinkan Anda dapat mengecek tegangan listriknya.

Namun, bila tempat anda ingin membeli mobil bekas itu tidak menyediakan voltmeter tak usah bingung. Anda bisa melakukan pengecekan secara langsung beberapa bagian secara kasat mata. Berikut beberapa langkah yang dianjurkan Indra:

– Periksa kabel di ruang mesin dan aki

Langkah pertama bukalah kap mesin, dan amati dengan seksama. Bila anda menemukan banyak kabel tambahan yang tidak semestinya. Berarti pemilik lama mobil tersebut telah menempuh jalan pintas untuk mendapatkan arus listrik.

“Artinya sistem kelistrikan tersebut pernah bermasalah. Sementara untuk mengurai dan melacak kabel yang bermasalah di mobil diperlukan waktu yang tidak singkat,” kata Indra.

– Cek ulang melalui beberapa peranti penunjang

Bila anda masih penasaran banyaknya kabel tambahan itu, sebaiknya melakukan pengecekan dengan mengaktifkan peranti penunjang kenyamanan yang banyak menyedot arus listrik mulai dari lampu, penyejuk ruangan (AC),power window, peranti hiburan dan lain-lain.

“Aktifkan semua peranti itu secara bersamaan dengan volume yang optimal di saat mesin hidup. Bila masih bagus berarti sistem kelistrikan juga cukup bagus,” terang Indra.

Sebaliknya, bila terjadi perubahan terang sinar lampu yang signifikan, putaran kipas elektrik bertambah kencang berarti pasokan listrik dari alternator juga mulai melemah, dan alternator bermasalah. Harga alternator di toko komponen saat ini juga cukup bermasalah.

“Alternator dengan kapasitas 60 Ampere saat ini harganya antara Rp 1,2 – Rp 1,7 juta sudah termasuk ongkos pasang,” imbuh Indra.