Tak selamanya konflik dalam pernikahan berakibat buruk. Adanya konflik-konflik dalam pernikahan akan membuat hubungan Anda berdua lebih sehat.

Hal tersebut dibuktikan lewat sebuah penelitian yang dilakukan oleh beberapa ahli dari Universitas Michigan, Amerika Serikat. Penelitian itu dipimpin oleh Ernest Harburg. Harburg dan tim menjadikan 192 pasangan sebagai objek penelitian mereka.

Pasangan-pasangan itu dibagi menjadi empat kategori. Kategori pertama adalah pasangan yang keduanya berkomunikasi dengan amarah. Kategori kedua dan ketiga adalah pasangan yang salah satu pihak berkomunikasi dengan kemarahan, sedangkan kategori keempat adalah pasangan yang menahan amarahnya.

Yang menarik, pasangan yang menyembunyikan kemarahan mereka memiliki risiko kematian dua kali lebih besar dari yang lain.

Hamburg pun menjelaskan fenomena tersebut. Menyimpan amarah ternyata dapat menimbulkan risiko fisik juga mental terhadap pasangan suami istri. Sedangkan kemarahan terkadang justru akan mengatasi stres yang dialami tiap pasangan.

Hamburg juga menggarisbawahi, konflik dalam pernikahan akan memancing kemarahan tiap pasangan. Hal ini berarti pelepasan stres. Namun ia mengingatkan, konflik itutimbul untuk diselesaikan. Bukannya jadi ajang pelampiasan stres.

Jadi menurutnya, tiap pasangan pun perlu belajar cara mengkomunikasikan kemarahan, hingga berakibat positif bagi hubungannya.

sumber : wolipop.com