Cokelat tak sekadar camilan lezat, namun menyehatkan. Di balik kemampuannya menimbulkan mood menyenangkan, cokelat membantu mengurangi risiko serangan penyakit jantung.

Seperti dikutip dari laman Mirror, penelitian ilmiah mengungkap bahwa konsumsi 3-4 batang cokelat setiap minggu dapat mengurangi risiko gagal jantung hingga 32 persen.

Cokelat mengandung senyawa flavonoid yang berkhasiat menurunkan tekanan darah. Flavonoid merupakan kelompok antioksidan yang juga ditemukan pada tanaman teh, sayuran, dan anggur merah.

Flavonoid bermanfaat menetralkan efek buruk radikal bebas yang bisa menghancurkan sel-sel dan jaringan tubuh. Senyawa itu juga membantu otot-otot pada pembuluh darah melebar sehingga aliran darah menjadi lancar.

Profesor Linda Van Horn dari Northwestern University di Chicago, Amerika Serikat, yang melakukan penelitian tentang cokelat selama sembilan tahun dengan melibatkan 31.823 wanita, mengatakan, cokelat hitam lebih baik daripada cokelat susu atau cokelat putih. Cokelat hitam mengandung antioksidan lebih tinggi.

Brian Buijsse, ahli epidemiologi nutrisi di Universitas Wageningen Belanda, menambahkan bahwa cokelat juga mengandung kalori tinggi. Sebanyak 100 gram cokelat, rata-rata mengandung 500 kalori. Sehingga bila dimakan berlebihan bisa menyebabkan tekanan darah tinggi.

Cokelat idealnya dijadikan sebagai makanan sehat menggantikan makanan padat lain seperti makanan ringan untuk mempertahankan energi dan berat badan tetap stabil. “Kita harus memastikan cokelat sebagai bagian diet sehat dan seimbang,” kata Buijsee. (pet) • VIVAnews