Kepergian Ahmad Maulana memang masih menyisahkan cerita. Usut punya usut, pemain belakang ini dikabarkan pergi karena ada ketidaksesuaian masalah kontrak dengan pengurus.

Ceritanya, pengurus PSMS ‘hanya’ menawarkan kontrak baru sebesar Rp60 juta. Padahal, Ahmad Maulana meminta Rp80 juta. “Ya, nilainya tidak sesuai. Saya minta 80 (juta) tapi pengurus hanya hargai 60 (juta),” pemain yang akrab disapa Mitun itu.

Karena itu, bek jangkung ini mencoba peruntungannya dengan mengikuti seleksi bersama Pelita Jaya. “Sudah tiga hari seleksi, Bang. Tinggal tunggu pengumuman saja. Saya harap doa pendukung saya di Medan,” tambahnya.
Sebagai informasi, kontrak Ahmad Maulana untuk musim lalu Rp40 juta. Ya, sebuah nilai yang sejatinya sangat rendah untuk pemain profesional. Menanggapi hal ini, Sekum PSMS Idris mengatakan, pengurus hanya mengambil nilai positif tentang kepergian pemain muda kelahiran Binjai 27 Juli 1988 tersebut. “Ya, mungkin terlalu rendah kontraknya makanya dia keluar,” kata Idris.

Nah, untuk mengganti posisi Ahmad Maulana, nantinya pengurus akan mencari pemain asing. “Kita butuh tiga pemain asing, yang menempati posisi bawah, tengah, dan depan,” ucap pria 47 tahun ini.
Sementara itu, striker legiun asing yang selama ini dikabarkan turun dan bergabung bersama PSMS Medan, Roberto Acosta, tiba. Mantan pemain timnas U-23 Paraguay tersebut hadir di Medan pada Kamis (2/9) sore.  Tak pelak, kehadiran mantan pemain Megastar Nam Dinh, Vietnam tersebut membuat latihan PSMS menjadi bewarna.

Sebelumnya,  pemain kelahiran 21 Januari 1986 ini, pernah bermain di klub Indonesia. Klub pertama yang dibelanya adalah PSM Makassar, lalu PSSB Bireuen, dan terakhir Deltras Sidoarjo.

“Acosta bagus, finising dan skillnya mantap. Dan, body-nya sebagai striker sangat menjanjikan,” puji asisten pelatih Suyono usai menyaksikan Acosta di Stadion Teladan.

“Tapi, untuk mengikatnya kita tunggu dulu. Ya, kita lihat permainannya dulu pada saat uji coba dalam waktu dekat ini,” tambah Yono. (ful/mag-5)

sumber : sumutpos