Lagi, PSMS mendulang kemenangan dalam laga uji coba. Menjamu Sumut Selection, Ayam Kinantan menang dengan tiga gol tanpa balas. Gol PSMS diciptakan oleh Hary Syahputra, Affan Lubis, dan Roberto Acosta.

Sejatinya, laga uji coba kemarin untuk menguji striker asing yang akan bergabung dengan PSMS. Selain Roberto Acosta, satu striker asing yang dipantau adalah Amos Marah Kicmett. Mantan striker Persiraja asal Liberia ini merupakan amunisi tambahan untuk lini depan PSMS. Dengan kata lain, kehadiran Amos membuat tim pelatih punya alternatif untuk calon striker asing.

Hal ini terlihat pada laga uji coba tersebut. Baik Amos maupun Acosta diturunkan berdampingan di lini depan. Bahkan, keduanya tampil penuh sepanjang pertandingan. Hasilnya cukup lumayan. Performa keduanya cukup menjanjikan. Acosta dan Amos tampil padu di lini depan. Padahal, keduanya belum pernah bermain bersama. “Mereka tampil cukup bagus. Amos punya kecepatan. Sementara Acosta juga punya skill yang baik,” ujar Asisten pelatih PSMS, Suyono, usai laga.

Selain itu hasil positif yang didapat dari uji coba kemarin adalah peningkatan performa skuad PSMS. Penampilan punggawa Ayam Kinantan jelas terlihat lebih solid daripada uji coba-uji coba sebelumnya. Organisasi permainan berjalan dengan baik dan serangan-serangan yang dibangun lebih menggigit.

Buktinya, delapan menit babak pertama berjalan, gawang Sumut Selection yang dikawal Usman Pribadi bobol. Adalah Harry Syahputra yang menceploskan gol lewat tandukan kepalanya. Gol itu tercipta setelah Hary mampu memaksimalkan tendangan pojok yang dilesakkan Affan Lubis.

Selanjutnya PSMS terus menggempur pertahanan lawan. Tak pelak, Sumut Selection yang diperkuat mantan PSMS, Dodi Cahyadi pun tak mau ketinggalan. Akibatnya, permainan menjadi panas bahkan menjurus keras. Hasilnya, wasit yang memimpin pertandingan mengeluarkan kartu merah buat pemain Sumut Selection setelah mendapatkan kartu kuning yang kedua. Unggul jumlah pemain mampu dimaksimalkan PSMS. Gol kedua pun tercipta lewat tendangan bebas Affan Lubis pada injury time babak pertama.

Memasuki babak kedua Pelatih PSMS Zulkarnaen memasukkan playmaker asal Chile, Alejandro Tobar, Erwinsyah Hasibuan, dan Tri Yudha Handoko serta pemain belakang Putra Habibi. Keempat pemain tersebut menggantikan M Affan, Zuanda Efendi, Ari Yuganda, dan Hary Syahputra. Hasilnya pun semakin meningkatkan daya dobrak PSMS. Umpan-umpan matang pun sering terlihat, yang menjadi santapan empuk bagi para striker. Kiper Sumut Selection yang dikawal Usman Pribadi pun kembali bobol. Kali ini bintangnya adalah Acosta setelah mendapat umpan matang dari Tobar. Skor 3-0 bertahan hingga pertandingan usai.

Meski menang dan penampilan pemain asing cukup menjanjikan, PSMS tampaknya masih belum menentukan sikap. Setidaknya untuk Tobar yang tampil gemilang. Hal ini tak lain karena fisik Tobar masih dipertanyakan. Ya, cedera paha yang dideritanya ternyata membuat pemain yang menjadi punggawa PSMS era Mahyadi Panggabean dkk tersebut cenderung menghindari kontak fisik dengan lawan.

“Kita rapatkan dulu dengan pelatih. Mungkin besok (hari ini, Red) sudah ada keputusan,” tegas Sekretaris Umum PSMS, Idris SE. (mag-5)

sumber : sumutpos