Gejala pikun atau mudah lupa biasa dialami oleh orang-orang yang berumur di atas 60 tahun. Namun, penelitian terbaru menyatakan para pria lebih rentan mengalami pikun dibanding wanita.

Selama bertahun-tahun, penelitian terus menunjukkan bahwa memori kita, terutama memori jangka pendek dan memori menengah terus menurun walau usia belum begitu lanjut. Hal ini juga dikaitkan dengan penyebab penyakit Alzheimer yang dapat menindas daya ingat kita habis-habisan.

Berdasarkan penelitian Ronald Petersen, Direktur Klinik Mayo, Pusat Penelitian Penyakit  Alzheimer di Rochester, Amerika, yang diterbitkan dalam Jurnal Neurologi, ditemukan bahwa penurunan kognitif tahap ringan 1,5 kali lebih sering ditemukan pada pria dibanding wanita.

Penelitian ini sekaligus menunjukkan peranan gender dalam proses penurunan daya ingat. Pira mungkin mengalami penurunan kognitif lebih awal dalam kehidupan, tapi prosesnya secara bertahap. Sedangkan wanita pada usia lanjut mungkin transisi dari memori normal ke demensia terjadi lebih cepat.

Untunglah proses penurunan daya ingat ini bisa dicegah. Penelitian lain mengungkapkan bahwa membaca dan latihan otak lainnya dapat menunda penurunan kognitif. Tetapi sekalinya ada tanda-tanda  demensia, tampaknya tahap menuju demensia menjadi lebih cepat apabila tidak dicegah sebelumnya.

Penelitian yang dilakukan Petersen ini, melibatkan 2.050 orang usia 70-89. Mereka diwawancarai tentang memori dan riwayat kesehatan mereka. Para peneliti juga menguji memori dan kemampuan berpikir peserta.

Hasilnya, hampir 14 persen dari peserta yang diuji mengalami melemahnya kemampuan kognitif tahap ringan. Sementara  10 persen telah mengalami demensia, kehilangan fungsi kognitif yang paling sering disebabkan oleh penyakit Alzheimer.

Dan ketika dipisahkan berdasarkan gender, 19 persen laki-laki memiliki mengalami penurunan daya ingat tahap ringan dibandingkan dengan 14 persen wanita.

Sementara peserta yang terdiri dari orang-orang dengan tingkat pendidikan rendah dan yang tidak pernah menikah memiliki tingkat melemahnya kemampuan kognitif tahap ringan  lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang sudah menikah atau yang berpendidikan tinggi.

Selain mengungkap perbedaan gender dalam memori, Petersen menemukan bahwa hampir seperempat dari orang tua mengalami masalah memori atau demensia sehingga diperlukan pengobatan yang lebih baik dibanding teknik pengobatan saat ini.

sumber : kompas.com