Semua orang dianjurkan untuk mengonsumsi banyak serat yang baik bagi kesehatan. Tapi seberapa penting dan seberapa banyak serat yang dibutuhkan? Ketahui 7 hal mengenai serat.

Serat adalah salah satu jenis karbohidrat yang membentuk struktural dari daun, batang dan akar tanaman. Tapi serat berbeda dengan gula dan pati karena gula dan pati tetap utuh hingga mendekati tahap akhir sistem pencernaan. Hal inilah yang membuat serat lebih bermanfaat bagi tubuh.

Dikutip dari Menshealth, Senin (30/8/2010) ada 7 hal mengenai serat, yaitu:

1. Semua serat terbuat dari bahan yang sama
Kabar tersebut salah, karena ada dua jenis serat yang memiliki fungsi berbeda yaitu serat yang bisa dicerna dan tidak bisa dicerna. Serat yang tidak bisa dicerna strukturnya lebih tebal dan kasar serta tidak akan larut dalam air, contohnya adalah dedak gandum, kacang-kacangan dan sayuran lain.

Sedangkan serat yang larut nantinya akan berbentuk seperti gel di dalam saluran pencernaan, sehingga memungkinkan untuk memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah. Contohnya adalah buncis, tauge, oats dan buah-buahan. Jika dikonsumsi secara teratur telah terbukti dapat menurunkan jumlah LDL (kolesterol jahat).

2. Serat tidak memiliki kalori
Kabar tersebut salah, karena serat juga terdiri dari molekul gula. Dalam usus besar, serat yang larut akan diubah menjadi asam lemak rantai pendek yang berarti menyediakan atau memiliki sedikit kalori.

3. Serat bisa membantu menurunkan berat badan
Kabar tersebut benar, karena kalori yang dihasilkan oleh serat lebih sedikit sehingga bisa mengendalikan berat badan. Serat yang dikonsumsi membutuhkan tenaga ekstra untuk mengunyah dan memperlambat penyerapan nutrisi di usus, sehingga tubuh akan berpikir bahwa ia sudah cukup makan. Selain itu beberapa serat juga dapat merangsang CCK, yaitu hormon yang dapat menekan nafsu makan di usus.

4. Suplemen serat menyehatkan
Kabar tersebut benar. Misalnya inulin yang merupakan serat larut dari hasil ekstraksi akar chicory, selain meningkatkan asupan serat juga dapat menggantikan lemak. Inulin dikenal sebagai prebiotik yang berarti dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri sehat di dalam usus.

5. Serat bisa membantu mencegah kanker usus besar
Hal tersebut mungkin saja terjadi. Pada studi di Eropa yang melibatkan lebih dari setengah juta orang didapatkan mengonsumsi makanan tinggi serat bisa menurunkan risiko kanker usus besar (kolorektal) sebesar 40 persen. Kemudian dalam review Journal of American Medical Association 2005 didapatkan bahwa orang yang mengonsumsi banyak serat tidak memberikan manfaat apapun.

Karenanya sampai saat ini kabar tersebut masih menjadi kontroversi. Konsumsi makanan tinggi serat selalu berhubungan dengan pencegahan beberapa penyakit kronis, untuk itu ada kemungkinan juga bisa mencegah kanker usus besar.

6. Seseorang membutuhkan 38 gram serat setiap hari
Hal tersebut tidaklah benar, karena angka tersebut merupakan rekomendasi dari Institute of Medicine. Dalam sebuah studi ditemukan korelasi bahwa asupan serat yang tinggi bisa menurunkan penyakit jantung, dan didapatkan bahwa tidak ada satupun yang mengonsumsi serat sebanyak 38 gram tapi rata-rata hanya sekitar 20-an sampai 30-an gram serat. Jadi meskipun tidak sampai 38 gram, serat yang dikonsumsi tetap bermanfaat bagi tubuh.

7. Mengonsumsi serat adalah hal yang sulit
Hal tersebut tidaklah benar, karena hanya diperlukan sebuah strategi sederhana. Seseorang bisa mengonsumsi berbagai jenis makanan yang kaya serat serta mengurangi makanan siap saji.

sumber : detikcom