Gara-gara berburu mobil buatan Toyota ini beberapa waktu lalu, saya jadi sedikit tahu detail mobil keluarga ini.

Oke, mulai dari generasi Kijang sendiri. Paling tidak ada empat generasi, yaitu kotak, agak kotak, kapsul, lalu innova. Hehe, ini pembagian generasi versi saya sendiri. Versi yang lebih benar ada di wikipedia ;)) Nah, buruan saya kemarin adalah Kijang versi Kapsul (New Kijang). Generasi ini diproduksi sekitar tahun 1997-2003. Tahun 2004 sampai sekarang adalah generasinya Innova — yang menurut saya tidak sesuai dengan filosofi Kijang itu sendiri (mungkin paksaan pasar dan desakan mobil built-up kali ya?).

Kijang Kapsul sendiri paling tidak dibatasi oleh dua bagian besar, sebelum tahun 2000 dan sesudah. Generasi sebelum tahun 2000 menggunakan karburator sebagai pencampur bensin dan udara, sedangkan setelah tahun 2000 mengganti karburator dengan teknologi bernama Electronic Fuel Injection (EFI). Warna-warna metalik seperti silver dan krem metalik juga mulai muncul setelah tahun 2000.

Dari kapasitas mesin, ada dua versi juga, yaitu 1.8 (1800 cc) dan 2.0 (2000 cc). Versi 1.8 adalah yang paling dicari orang sedangkan karena terkenal irit bahan bakar. Versi 2.0 agak gagal di pasaran karena boros. Saya sendiri sudah merasakan hehehe… Kalau dulu waktu pakai Suzuki Carry tahun 1992, Rp. 50.000 sudah bisa turing keliling antar kota (Tulungagung – Surabaya PP cuma makan Rp. 100.000 bensin), Kijang 2.0 hanya bisa buat keliling dalam kota saja. 😦 Satu liter hanya bisa untuk 9-10 km saja.

Secara kasta, Kijang memiliki banyak sekali versi. Kasta ini sering ditunjukkan oleh huruf-huruf di kap belakang pojok kiri bawah dengan font yang khas. Versi-versi itu antara lain:

(1) Versi Pendek (short). Versi ini pendek. Ditandai dengan huruf pertama S. Kursi belakang menghadap ke samping. (2) Versi Panjang (long). Ditandai dengan huruf pertama L. Kursi belakang menghadap kedepan. Versi ini dibagi lagi dalam tiga subkasta:

  • yX: paling minimalis, tanpa AC, power steering, power window, dan asesoris lainnya. Kalau sudah pernah nyetir pakai power steering, bakalan berkeringat kalau nyetir mobil tanpa power steering.
  • ySX: versi lumayan, ada AC dan sistem audio.
  • yGX: versi mewah, AC-nya sudah double blower, power steering, power window, ada sistem audio, wiper depan belakang, dan lengkap dengan lampu kabut.
  • Krista: versi yang paling mewah. Ditandai dengan corak strip sporty pada body bagian bawah. Mirip dengan Daihatsu Taruna generasi CSX (tahun 2002 ke atas).

Huruf y menunjukkan panjang pendeknya (S atau L). Misalnya, tulisan di pojok kiri bawah kap belakang mobil adalah LGX 2.0 EFI, artinya ia adalah Kijang versi panjang, asesoris lengkap, dan memakai teknologi EFI.

Pada dasarnya, bentuk dan ukuran Kijang Kapsul dari tahun ke tahun adalah sama. Orang awam sulit membedakan sebuah Kijang Kapsul berasal dari tahun berapa. Namun ada beberapa ciri-ciri kecil yang membedakanya dari tahun ke tahun. Misalnya dari tutup radiator di bawah kap mesin depan, bentuk spion, dan lampu belakang. Generasi terakhir Kijang Kapsul (2003-2004) memiliki ornamen hiasan berbentuk segitiga di lampu belakang.

Sampai saat ini, reputasi Toyota Kijang masih sangat kuat di benak konsumen sebagai mobil keluarga yang nyaman (top of mind). Harganya sangat stabil. Generasi yang paling sukses menurut saya adalah generasi Grand Kijang (Kijang Kotak KF-42). Waktu diluncurkan, generasi ini sukses menghajar Suzuki Carry yang pada waktu itu menjadi market leader. Mulai saat itulah, konsep station wagon tanpa kepala ala Carry ditinggalkan dan berubah menjadi mobil berkepala seperti Kijang hingga sekarang.

sumber :
http://blog.galihsatria.com/2008/06/17/macam-macam-kijang-kapsul/

Advertisements