Indonesia dinilai sebagai salah satu pasar utama bagi para investor global. Bahkan, Indonesia tahun ini masuk dalam peringkat kedua tujuan investasi, melampaui empat negara yang tengah dijuluki kekuatan ekonomi baru – yaitu Brazil, Rusia, India, dan China (BRIC).

Demikian menurut riset terkini oleh UK Trade & Investment (UKTI), yaitu lembaga pemerintah Britania Raya (Inggris), yang mempromosikan perusahaan-perusahaan Inggris di mancanegara.

“Perimbangan kekuatan global telah bergeser dan ini diakui dalam penelitian UKTI. Pasar-pasar seperti Vietnam, Indonesia, Meksiko, Argentina, dan lain-lain telah berkembang menjadi salah satu mesin penggerak pertumbuhan global dalam beberapa dekade mendatang. Perusahaan-perusahaan Inggris menggunakan keahlian mereka untuk mendorong pertumbuhan itu,” kata Menteri Urusan Bisnis Inggris, Vince Cable, Rabu 15 September 2010.

Survei itu disusun dalam laporan berjudul “Great Expectations: Doing Business in Emerging Markets.” Laporan itu menyajikan paparan dari para investor internasional mengenai pasar-pasar yang mereka anggap berpotensi menjadi mesin penggerak ekonomi global.

Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Rebecca Razavi, menyambut baik hasil survei itu. “Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan anggota G20, Indonesia kian berperan penting pada panggung dunia dan kini menjadi mitra kunci bagi Inggris di sektor perdagangan dan investasi,” kata Razavi.

Dia melihat laporan dari UKTI ini merupakan contoh lain dari pandangan yang positif para investor global kepada Indonesia.

Dalam peringkat yang disusun UKTI, tahun ini Indonesia menduduki peringkat kedua dalam daftar sepuluh besar tujuan investasi global. Tahun lalu, Indonesia berpingkat 6 dan pada 2008 menempati urutan kelima. Sejak 2008, Vietnam terus menempati urutan pertama.

Dalam survei itu, para investor melihat bahwa pasar-pasar yang tengah tumbuh, seperti Indonesia, dipandang sebagai sumber permintaan konsumen baru. Sebanyak 76 persen investor melihat pasar-pasar yang tengah tumbuh itu juga sebagai sumber pertumbuhan bisnis baru.

Hasil riset UKTI ini juga bersumber dari sejumlah referensi, diantaranya survei Economist Intelligence Unit (Juli-Agustus 2010); Survive & Prosper: emerging markets in the global recession (2009) dan; Tomorrow’s Markets (2008).

Survei ini melibatkan 523 perusahaan dari mancanegara, yang mewakili semua industri besar.

• VIVAnews