Status Gunung Sinabung diturunkan satu level menjadi Level III atau SIAGA setelah lebih tiga pekan menyandang status level tertinggi, AWAS. Hal ini diputuskan setelah melalui rapat marathon seluruh tim penanggulangan Gunung Sinabung.

“Setelah melalui rapat marathon dengan tim Sinabung, mulai hari ini, aktivitas Gunung Sinabung statusnya diturunkan dari AWAS menjadi SIAGA,” ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono, kepada Waspada Online, saat dihubungi melalui ponselnya, malam ini.

Dikatakannya, semua pengungsi diperbolehkan kembali ke rumahnya masing-masing dan melakukan kegiatan seperti biasa, kecuali tiga desa yang berada kurang 3.5 Km dari titik erupsi, masing-masing desa Simacem dan desa Bakerah, keduanya kecamatan Naman Teran serta desa Suka Meriah kecamatan Payung.

“Semua pengungsi boleh kembali kerumah masing-masing dan melakukan kegiatan seperti biasa, kecuali desa Bakerah, Simacem dan Suka Meriah karena berada di mulut lembah,” katanya.

Untuk itu, pada jangka pendek ini, dalam status Siaga, ketiga desa tersebut tidak layak huni karena terdapat ancaman bahaya erupsi Gunung Sinabung.

Pada jangka menengah, jikapun nanti status diturunkan dari Siaga ke status lebih rendah, masyarakat ketiga desa itu harus tetap waspada jika terjadi erupsi freatik tanpa diikuti tanda-tanda peningkatan kegiatan atau ancaman banjir lahar jika terdapat penumpukan material di sekitar puncak Sinabung terkena hujan lebat.

Sementara, pada jangka panjang, PVMBG meminta untuk merelokasi pemukiman dan aktifitas penduduk  ketiga desa tersebut agar keluar dari radius 3.5 Km dan jauh dari mulut lembah.

Perubahan status Gunung Sinabung ini berlaku sejak tanggal 23 September 2010 pukul 03.50 WIB berdasarkan data visual dan kegempaan, yang menunjukkan bahwa tidak terdeteksi gas-gas berbahaya bagi kehidupan jarak sekitar 3 km dari puncak  Gunung  Sinabung.

Kemudian, ancaman  bahaya erupsi Gunung Sinabung berupa abu vulkanik yang menyebar bergantung arah dan kecepatan angin  dan lontaran lava pijar dalam radius kurang dari 3 Km dari titik erupsi serta aktifitas vulkanik Sinabung menunjukan penurunan berdasarkan hasil pengamatan kegempaan, deformasi dan konsentrasi SO2.

Gunung Sinabung telah mengalami letusan besar sebanyak 8 kali ini, sejak letusan pertama Jum’at (27/7) pukul 18.30 WIB lalu. Status AWAS atau level IV ditetapkan sejak terjadinya letusan kedua, Sabtu (28/8) pada Pukul 23. 50 WIB. Akibatnya, warga yang diungsikan dalam radius 6 Km sebanyak 29 desa, lebih dari 30.000 jiwa.

Editor: SATRIADI TANJUNG / WASPADA ONLINE