Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Fuad Rahmany menilai kinerja positif indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam dua bulan terakhir dipengaruhi keseimbangan investasi di dunia.

“Bukan hanya di Indonesia, tapi negara Asia lainnya. Thailand juga mengalami rebalancing,” kata dia di kantornya, Jakarta, Jumat 17 September 2010.

Fuad menjelaskan, investor memperkirakan pertumbuhan negara-negara maju melambat pada tahun ini. “Pertumbuhan ekonomi negara barat diperkirakan hanya dua persen,” ujar dia.

Perlambatan pertumbuhan ekonomi itu dapat berakibat pada penurunan laba bersih perusahaan-perusahaan yang berbasis di negara barat. “Wajar, kalau dana mereka (asing) masuk ke sini. Sedangkan (investor domestik) yang masuk ke pasar modal belum banyak,” tuturnya.

Meski demikian, menurut Fuad, dengan membanjirnya dana asing, bukan berarti regulator akan melonggarkan aturan pasar modal. “Ada kebutuhan Bapepam dan bursa agar korporasi masuk ke pasar modal. Tapi, kami tetap ingin ‘barang’ yang bagus,” kata dia.

Ia juga mengingatkan investor agar lebih berhati-hati dalam berinvestasi di pasar saham. “Investor harus lebih cermat, jangan emosional. Dengan perhitungan yang matang, kalau beli saham harus dipelajari dan jangan ikuti asing saja,” ujar Fuad.

Fuad pun menyarankan untuk memilih reksa dana jika investor tidak menguasai mekanisme investasi di pasar modal. “Pilih manajer investasi yang pintar,” kata dia.

Upaya pemodal asing yang diperkirakan masih meminati bursa saham domestik itu berpengaruhi terhadap gerak indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

IHSG pada penutupan transaksi sesi pertama hari ini terangkat 33,76 poin (1,01 persen) ke level 3.375,40.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp2,94 triliun dan volume tercatat 9,75 juta lot dengan frekuensi 78.444 kali. Sebanyak 151 saham menguat, 55 melemah, 63 stagnan, serta 209 saham tidak terjadi transaksi.

• VIVAnews