Ketika anak Anda jadi anak tunggal, mungkin perhatian dan cinta kedua orangtua, bahkan seluruh keluarga besar Anda dan pasangan tertumpah padanya. Sehingga, punya adik baru seolah jadi “ancaman” buatnya, karena bayi Anda juga butuh perhatian. Apalagi, bila usia si sulung masih tergolong balita. Namun, jangan abaikan perasaan si sulung. Segeralah bertindak sebelum ia merasa terbuang.

* Beri ia banyak waktu dan kesempatan untuk mengutarakan dan mendiskusikan setiap perasaannya.

* Bantu ia mengidentifikasikan perasaannya, “Adik bayi membuatmu sedih, bukan?” atau “Mama dengar kamu tak suka, ya, dengan adik bayi?”

* Sediakan waktu untuk berdua saja dengan Anda. Entah menemaninya bermain, membaca buku, atau jalan-jalan. Selagi Anda bersamanya, serahkan perawatan bayi pada ayahnya.

* Saat ia dan Anda melakukan satu aktivitas bersama di rumah dan tiba-tiba terganggu oleh bayi, katakan padanya, Anda harus memberikan perhatian pada bayi tapi akan segera kembali untuk main bersamanya.

* Jika ia dan adiknya butuh perhatian Anda pada waktu atau jam yang sama, minta ia datang pada Anda, lalu perhatikan kebutuhannya sambil Anda tetap memberi perhatian pada bayi.

* Ajak ia merawat bayi. Ia dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan sederhana seperti membedaki bayi, meletakkan popok kotor di ember atau mengambilkan popok baru (jika disimpan di tempat terjangkau olehnya), membantu memegangi kaki bayi saat Anda mengganti popoknya, dan lainnya.

* Ajak ia bercakap-cakap selagi Anda menggendong atau mengemong bayi. Jika Anda punya batita perempuan, beri ia sebuah botol susu sehingga ia bisa memberi makan bonekanya saat Anda menyusui. Ini akan membantunya mengidentifikasikan dirinya dengan Anda. Juga membuatnya merasa dekat dan terbuka dengan Anda, sehingga bisa menentramkan perasaan kehilangan bahwa ia bukan “bayi” lagi di dalam keluarga.

* Seringlah mengatakan padanya, “Mama sayang kamu. Kamu selalu memiliki tempat di hati Mama.”

* Mungkin ia akan tetap rewel, tapi Anda tak usah marah. Itulah cara yang ia gunakan untuk mengatakan pada Anda, ia merasa takut kehilangan cinta Anda. Ia ingin Anda tetap peduli dan memperhatikannya. Jelaskan padanya, cinta Anda padanya tak pernah akan berkurang sedikit pun.
Julie Erikania / kompas.com