Hm, ngga terasa kalau hari ini sudah 1 bulan usia anakku Steffi. Lahir di Medan pada 19 Sept 2010 pkl. 07:25 yang lalu, tepat di hari yang dimuliakan dan disaat pagi menjelang. Suasana ceria menyambut kehadiranmu, yang terlihat dari cerianya senyum dari Mama, Kakak Thea dan Abang Stanley.

Dan dengan kehadiran Steffi, maka resmi pulalah kami memiliki 3 anak, 2 cewe dan 1 cowo’. Hm, satu realita yang sudah dibayang-bayangkan sebelumnya. Memiliki 3 anak yang lahirnya rapat, dan dengan karakter yang berbeda-beda menjadi tantangan tersendiri buat kami selaku orangtua untuk bisa membimbing mereka, membesarkan mereka dan yang terpenting adalah merencanakan masa depan mereka. Satu hal yang pasti, kami menginginkan mereka dapat lebih baik dari kami orangtuanya.

Hari-hari yang dijalani sampai saat ini memang begitu bernuansa, karena karakter anak yang berbeda-beda tadi. Kakak Thea yang begitu aktif, Abang Stanley yang mau tau semuanya, Dedek Steffi yang sangat butuh perhatian, semuanya menjadi satu dan menjadi rutinitas, terutama buat istriku untuk bisa mengakomodir mereka semua. Berbagai cara dilakukan, terutama untuk mengatasi rasa tidak adil yang dihadapi oleh anak kecil seperti Kakak Thea dan Abang Stanley. Sebagai anak kecil, Kakak Thea dan Abang Stanley sedikit banyaknya merasa cemburu karena praktis perhatian kini tertuju ke Dedek Steffi. Mereka melakukan apa saja yang kadang sampai menjengkelkan orangtuanya, tapi untunglah kami dapat memakluminya. Mama, sabar ya menghadapi mereka, hehe..

Hari-hari yang berlalu menjadi sangat indah, karena Kakak Thea dan Abang Stanley setiap hari melapor begitu Papanya pulang, ada yang bilang si Abang yang nakal, ada yang bilang si Kakak yang cerewet ya gitu dech.. Ujung-ujungnya kalau keduanya ditegur, jawaban yang meluncur dari mulut mereka sama, “namanya anak-anak, Pa..Pa..” haha, anak sekecil ini koq sudah pandai ngeless..

Anakku Steffi ini yan sama seperti baby-baby yang lain, dengan segala kemampuan yang masih sangat terbatas selalu berusaha berkomunikasi dengan lingkungannya. Kadang-kadang memang kasihan juga melihatnya ngga bisa tertidur nyenyak karena Kakak dan Abangnya yang sangat berisik. Hal ini pula yang membuatnya menjadi tidak nyaman, sehingga kadang-kadang harus digendong supaya bisa nyaman. Tapi justru gendongan ini pulalah yang membuatnya menjadi sedikit agak manja. Steffi jadinya apa-apa minta digendong, sehingga aktifitas menjadi sedikit melamban. Disisi lain, Kakak Thea dan Abang Stanley menjadi semakin cemburu dan makin sulit dikendalikan. Haha, untunglah Istriku seorang pribadi yang kuat, dan mencoba untuk mengatasinya sendiri karena dirumah semuanya dikerjakan sendiri. Akibatnya memang karena sudah kecapekan dengan rutinitas sehari-hari, mama jam 8 sudah tertidur. Itupun belum tentu bisa pulas, karena Steffi justru sering merengek kalau malam hari, minta disusuin. Mudah2an semua ini dapat dihadapi dengan lancer dan sesuai dengan rencana yang telah diberikan buat kami.

Anakku Steffi, jadilah anak yang baik, anak yang pintar dan berguna buat Agama, orangtua, keluarga dan sesamamu ya.. Semoga cepat besar dan bisa segera menjadi teman maen Kakak Thea dan Abang Stanley. Kami orangtuamu akan memberikan yang terbaik untuk kalian bertiga, dan berdoalah supaya seluruh aktifitas orangtuamu ini dapat menghasilkan sesuatu yang lebih baik untuk kesejahteraan dan kemuliaan kita, Amin.