Kafein dan soda jelas mempengaruhi kesehatan anak-anak. Banyaknya produk minuman
yang mengandung kafein membuat kita sulit menjauhkannya dari jangkauan anak-anak.

Sebuah hasil penelitian yang dikeluarkan oleh Canadian Medical Association mengatakan bahwa orang tua harus khawatir mengenai bahaya kafein terhadap anak-anak mereka. Sebaiknya mulai sekarang, berikan perhatian lebih pada apa yang si kecil minum.

Kafein tidak hanya terdapat pada kopi dan minuman bersoda saja. Minuman penambah energi pun mengandung kafein yang cukup tinggi. Seperti yang dikutip dari sheknows, terdapat larangan menjual minuman berenergi untuk anak di bawah umur di Amerika Utara.

Batasan kafein untuk anak
Pusat kesehatan di Kanada memberikan panduan mengenai batasan mengonsumsi kafein pada anak. Anak-anak yang berusia antara 10 hingga 12 tahun harus menghindari konsumsi kafein lebih dari 85 miligram per harinya.

Sedangkan anak yang berusia diantara empat sampai enam tahun tidak boleh lebih dari 45 miligram dan anak yang berusia tujuh sampai sembilan tahun tidak boleh lebih dari 62,6 miligram.

Efek kafein terhadap anak
Mengonsumsi kafein secara berlebihan dapat menyebabkan kegelisahan, gugup, sakit perut, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, sulit tidur, peningkatan denyut jantung, dan tekanan darah yang meningkat.

Selain hal-hal tersebut, masih ada beberapa efek kafein terhadap si kecil, antara lain:

1. Berat Badan: Studi menunjukan bahwa anak-anak yang mengonsumsi makanan manis dan minuman berkafein setiap hari cenderung memiliki risiko obesitas 60 persen.

2. Gizi: Minuman berenergi sama halnya seperti minuman bersoda, hampir tanpa nutrisi.

3. Dehidrasi: Kafein dapat menyebabkan dehidrasi parah yang dapat memperburuk jantung dan gangguan sistem saraf.

Bagaimana membatasi asupan kafein pada anak Anda?
Mulailah dari yang sulit seperti, membiasakan si kecil meminum air mineral, batasi minuman bersoda pada acara-acara khusus seperti ulang tahun yang biasanya banyak menyediakan minuman bersoda, berikan ia minuman kemasan yang lebih sehat seperti susu atau jus dan terakhir, jelaskan padanya bahaya dari kafein agar ia memahami mengapa tidak boleh berlebihan saat mengonsumsi kafein.

sumber : wolipop.com

Advertisements