Vitamin tambahan atau yang biasa disebut suplemen umumnya berasal dari bahan alami yang diekstrasi. Bila pola makan kita selalu terpenuhi oleh semua zat gizi yang dibutuhkan, tidak perlu lagi mengonsumsi suplemen makanan.

Namun, ada kondisi tertentu yang membutuhkan tambahan zat gizi yang didapat dari suplemen, seperti dikutip dari laman Methodes of Healing. Antara lain:

– Jika Anda terbiasa makan sembarangan, gemar melahap makanan cepat saji yang tergolong junkfood, atau makanan jenis lain yang sering menggunakan zat pengawet,  sehingga asupan vitamin dan mineral menjadi kurang.

– Pekerja keras. Jangankan pergi berolahraga, untuk tidur pun terkadang tak punya waktu cukup.

– Hidup di lingkungan dengan tingkat pencemaran tinggi.

– Stres. Dalam keadaan stres, tubuh akan menguras cadangan gula darah dan memacu ginjal meningkatkan pengeluaran beberapa mineral penting dari tubuh.

– Mengalami diare atau gangguan pencernaan.

– Hamil dan menyusui

– Wanita yang sedang haid. Perdarahan menyebabkan luruhnya zat-zat penting dalam tubuh.

– Perokok berat. Rokok dapat menghancurkan vitamin dalam tubuh, terutama vitamin yang bersifat antioksidan, seperti vitamin C, E, dan betakaroten.

– Pengguna obat-obatan dalam jangka waktu panjang, seperti obat anti- tuberculosis.

– Pengguna obat antikejang, kontrasepsi steroid, dan antibiotik tertentu.

– Penderita penyakit kronis atau akut. (pet)

• VIVAnews