Studi terbaru yang menggabungkan data-data terbaik dari studi sebelumnya menunjukkan bahwa gelombang mikro radio pada telepon genggam, atau biasa dikenal dengan istilah telepon selular (ponsel), benar-benar terbukti meningkatkan risiko terkena kanker otak.

Studi independen yang dilakukan oleh institusi pendidikan Apeejay College of Engineering asal India itu juga memastikan bahwa risiko pengguna ponsel aktif lebih besar terserang kanker ataupun tumor otak dibandingkan pengguna ponsel pada umumnya.

“Kami menyimpulkan bahwa penggunaan ponsel dalam jangka panjang tidak aman bagi pengguna,” kata RB Dubey, salah satu peneliti, yang dikutip VIVAnews dari TG Daily, Kamis 18 November 2010.

Sebelumnya, telah ada kurang lebih 11 studi jangka panjang yang meneliti tentang risiko penggunaan ponsel, dan semuanya mempunyai hasil yang berbeda-beda. Awal tahun ini, hasil studi Interphone yang dilakukan selama 10 tahun mengungkapkan bahwa pengguna ponsel dengan tingkat pemakaian tinggi berisiko terkena serangan tumor otak.

Namun, penelitian lain yang dipimpin profesor Lennart Hardell hanya sebatas mengatakan ada peningkatan risiko yang substansial bagi pengguna ponsel.

Untuk diketahui, saat ini, terdapat studi jangka panjang lain yang masih berlangsung di Eropa dan membutuhkan waktu 30 tahun untuk membuat kesimpulannya.

Sesungguhnya tim riset Dubey telah mengintegrasikan data riset yang dikumpulkan Interphone dan Hardell. “Dan, hasilnya diketahui: pengguna ponsel jangka panjang dapat melipatgandakan risiko pengembangan glioma atau neuroma akustik, tumor jinak yang melibatkan sel selubung mielin di sekitar saraf kranial kedelapan,” paparnya. “Lalu, kemudian tumor ini akan berkembang dan meluas ke belahan otak terbuka.”

Sayangnya, hasil penelitian ini belum dipublikasikan oleh Dubey. Hanya diketahui sekitar 15-20 kasus tumor otak ditemukan dari 100.000 penduduk terjadi di wilayah Amerika Serikat. Dan, radiasi gelombang mikro bukanlah satu-satunya penyebabnya.

Tetapi, kebanyakan studi memang membuktikan bahwa sinyal radio yang terpancar dari ponsel diserap hingga dua inci ke dalam tengkorak kepala orang dewasa, dan tentu saja lebih dalam pada tengkorak anak-anak.

Di Amerika Serikat, para periset telah meminta pemerintah untuk memerhatikan isu ini dan segera mengambil langkah untuk merevisi standar yang dipakai untuk pemancaran gelombang mikro. (umi)

• VIVAnews