Sebagian besar masyarakat biasanya menganggap anemia dan tekanan darah rendah (hipotensi) adalah kondisi yang sama. Meskipun gejala yang timbul hampir mirip, tapi dua kondisi ini sebenarnya berbeda.

Salah satu kesalahpahaman yang diyakini masyarakat adalah seseorang yang memiliki hipotensi pasti berpikir ia mengalami anemia juga. Padahal kedua kondisi ini tidak selalu saling terkait.

Anemia dan hipotensi memiliki definisi yang berbeda, sehingga kedua penyakit ini tidak didiagnosis menjadi satu. Seperti dikutip dari Mayo Clinic, Senin (19/11/2010) ini dia perbedaan anemia dan juga hipotensi.

Anemia
Anemia adalah suatu kondisi yang mana seseorang tidak punya sel darah merah sehat yang cukup untuk membawa kebutuhan oksigen di tiap jaringan dan organ, kondisi ini biasanya diawali dengan rasa mudah lelah. Karena volume darahnya kurang bisa menyebabkan masalah kesehatan karena sel darah merah mengandung hemoglobin yang berfungsi membawa oksigen ke jaringan tubuh.

Jika kondisi ini tidak tertangani dengan baik, maka dapat menyebabkan kompilkasi termasuk kelelahan dan stres pada organ-organ tubuh yang tidak mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi yang cukup.

Gejala yang timbul umumnya bervariasi, biasanya termasuk kelelahan, pucat, detak jantung yang cepat dan tidak teratur, sesak napas, nyeri dada, pusing, gangguan kognitif, tangan dan kaki yang dingin serta sakit kepala. Awalnya anemia begitu ringan dan terjadi tanpa disadari, tapi lama kelamaan gejalanya akan meningkat dan memperburuk kondisi.

Hipotensi (tekanan darah rendah)

Tekanan darah normal adalah jika memiliki sistolik (batas atas saat jantung kerja) 120 mmHg dan diastolik (batas bawah saat jantung istirahat) 80 mmHg atau sering disebut 120/80 mmHg.

Nah orang dikatakan mengalami tekanan darah rendah jika tekanan sistolik (angka atas dalam pembacaan tekanan darah) kurang dari 90 mmHg atau nilai tekanan diastolik (angka bawah dalam pembacaan tekanan darah) kurang dari 60 mmHg.

Penyebab tekanan darah rendah bisa akibat dehidrasi hingga gangguan pada sinyal otak yang mengatur tentang pemompaan darah. Tekanan darah rendah bisa menyebabkan gejala pusing hingga pingsan yang memicu kerusakan jantung, endokrin atau gangguan saraf.

Gejala yang timbul dari hipotensi adalah tubuh merasa pusing bahkan hingga terasa ingin pingsan, kurangnya konsentrasi, penglihatan kabur, mual, tubuh merasa dingin, kulit pucat, napas pendek dan cepat, kelelahan, depresi dan timbulnya rasa haus.

Meski demikian terkadang hipotensi bisa berhubungan dengan anemia, misalnya seseorang yang mengalami kekurangan gizi seperti vitamin B12 dan asam folat bisa memicu terjadinya anemia. Jika terjadi anemia maka tubuh tidak bisa memproduksi sel darah merah yang cukup sehingga menyebabkan tekanan darah menjadi rendah atau menurun.

Jadi sudah bisa dibedakan bukan. Anemia berhubungan dengan jumlah atau volume darah di tubuh yang kurang. Sedangkan tekanan darah rendah adalah kekuatan darah dalam menekan dinding pembuluh darah.

sumber : detikhealth