Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di pekan pertama bulan Desember 2010 berhasil mencatat hasil positif, setelah sebelumnya pada dua hari terakhir November 2010 mendapat tekanan negatif.

Pada akhir November, krisis utang di Irlandia membuat kekhawatiran para investor global termasuk Indonesia. IHSG turun 11,86 poin pada hari Senin (29 November) dan 99,4 poin hari Selasa (30 November). Kekhawatiran krisis utang Irlandia berlanjut ke Portugal dan Spanyol serta kebijakan suku bunga China menyebabkan investor melakukan aksi jual.

Memasuki bulan Desember, IHSG mencetak rebound dan selama tiga hari berturut-turut mencatat kinerja positif. IHSG naik 87,88 poin (1 Desember), 72,06 poin (2 Desember) dan 1,68 poin (3 Desember) dan menutup akhir pekan di level 3696,260. Kinerja postif bursa regional mempengaruhi penguatan IHSG.

Menjelang libur Natal (25 Desember 2010) dan Tahun Baru (1 Januari 2011) menarik mencermati pergerakan IHSG yang beberapa tahun sebelumnya cenderung negatif dan sepi transaksi karena para big investor “libur” di bulan Desember. Pergerakan IHSG di bulan ini diperkirakan berlangsung mixed, selain karena pengaruh pergerakan bursa regional juga ada agenda corporate action tiga emiten di pekan keempat Desember, yaitu cash announcements dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

  1. BBRI ex-date 20 Desember 2010 Rp 45,93
  2. BMRI ex-date 22 Desember 2010 Rp 19,64
  3. TLKM ex-date 23 Desember 2010 Rp 26,75

Berdasarkan daftar tersebut, investor akan melakukan aksi pembelian paling lambat pada saat cum-date (1 hari bursa sebelum ex-date) jika ingin mendapatkan dividen interim tiga emiten berkapitalisasi besar di BEI tersebut

Saham Big-Cap
Total kapitalisasi pasar (market capitalization) dari 421 emiten BEI per 30 November 2010 tercatat Rp 3.064 triliun. PT Astra International Indonesia Tbk (ASII) masih menduduki peringkat pertama dengan nilai 210,109 triliun atau 7 persen dari total. Daftar lengkap 25 saham big-cap adalah:

  1. PT Astra International Indonesia Tbk (ASII) Rp 210,109 triliun
  2. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 160,27 triliun
  3. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 147,67 triliun
  4. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 133,01 triliun
  5. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 128,27 triliun
  6. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) Rp 120,53 triliun
  7. PT Unilever Tbk (UNVR) Rp 114,45 triliun
  8. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 104,23 triliun
  9. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Rp 78,31 triliun
  10. PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 76,51 triliun
  11. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Rp 74,36 triliun
  12. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 61,24 triliun
  13. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) Rp 61,10 triliun
  14. PT Indo Tambang Raya Megah Tbk (ITMG) Rp 55,42 triliun
  15. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) 55,04 Rp triliun
  16. PT Semen Gresik Tbk (SMGR) 54,56 Rp triliun
  17. PT Bank Danamon Tbk (BDMN) Rp 54,16 triliun
  18. PT XL Axiata Tbk (EXCL) Rp 47,64 triliun
  19. PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) Rp 44,46 triliun
  20. PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) Rp 43,08 triliun
  21. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) Rp 42,16 triliun
  22. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 40,17 triliun
  23. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) Rp 39,33 triliun
  24. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) Rp 38,03 triliun
  25. PT Bank International Indonesia Tbk (BNII) Rp 36,77 triliun

Investor umumnya menggunakan data kapitalisasi pasar tersebut untuk membuat analisa fundamental selain analisa teknikal sebelum membuat trading strategy dan keputusan investasi. Data tersebut dapat berubah-ubah karena hasil pengkalian harga pasar yang fluktuatif dengan jumlah saham yang beredar (outstanding shares) di BEI. Sehingga bagi emiten, nilai kapitalisasi pasar menjadi indikator kinerja perusahaan di mata publik.

Happy ending 2010

Beberapa analis menyebutkan bahwa koreksi yang terjadi di akhir November telah usai. Rebound IHSG diperkirakan akan membuat IHSG melanjutkan penguatan di bulan Desember ini untuk kembali ke all-time high di level 3770 dan mungkin lebih. Semoga IHSG akan menutup bulan Desember sekaligus menutup tahun 2010 ini dengan happy ending.

sumber : http://www.financeindonesia.org/showthread.php?2017-IHSG-Desember-2010-Happy-Ending