Perasaan bahagia, bangga, dan cemas, pasti bercampur aduk dalam hati Anda ketika buah hati hadir di tengah-tengah keluarga. Menjadi orangtua baru memang sangat membanggakan. Dan tentunya, Anda dan pasangan ingin memberikan hal terbaik bagi si kecil.

Namun ada kalanya, sebagai orang tua baru, Anda masih terkaget-kaget menghadapi kebiasaan si bayi mungil. Alih-alih ingin memberikan yang terbaik, Anda malah melakukan kesalahan. Tak ingin hal itu terjadi, kan? Simak beberapa kesalahan yang biasa dialami orang tua baru, plus solusinya, seperti dikutip laman Times of India:

Mudah panik
Kondisi yang dialami bayi, seperti menangis, muntah dan terlalu banyak buang air besar, seringkali dikhawatirkan ibu baru. Hal itu normal terjadi pada bayi. Maka itu, sebaiknya jangan langsung panik ketika bayi mengalami kondisi-kondisi tersebut.

Yang patut dikhawatirkan, saat hal itu terjadi terus menerus dan dalam jangka waktu lama, sebaiknya konsultasikan ke dokter sebelum kondisi makin parah.

Khawatir tentang menangis
Menangis pada bayi adalah sebagai sinyal. Jika bayi menangis jangan panik, cek apakah dia mengompol, haus, lapar atau buang air besar. Namun, jika bayi tak kunjung diam saat telah ditenangkan selama 1 jam, mungkin ada hal yang membuatnya tak nyaman. Cari tahu penyebabnya dengan berkonsultasi ke dokter.

Membangunkan bayi tidur
Bayi baru lahir akan memiliki aktivitas lebih banyak tidur dari pada terjaga. Tak hanya di malam hari tapi juga di siang hari. Jangan pernah membangunkan bayi yang sedang secara paksa. Bayi akan terbangun dengan sendirinya jika merasa lapar dan menginginkan ASI. Bayi yang mengonsumsi ASI bisa tidur sepanjang malam. Jika membutuhkan susu, mereka akan terbangun sendiri. Jadi, jangan merusak waktu si kecil.

Melupakan perawatan mulut
Hanya karena bayi belum memiliki gigi, bukan berarti mereka tidak perlu perawatan mulut. Ambil kain bersih berbahan halus dan oleskan dengan lembut pada gusi bayi. Setelah gigi mulai tumbuh, hindari memberi bayi susu dengan botol di tempat tidur. Botol bisa menyebabkan kerusakan rongga mulut.

Dan ketika gigi bayi mulai tubuh, gunakan sikat gigi lembut untuk membersihkan giginya.

Berdebat dengan pasangan di depan anak
Ingat, orangtua adalah sebuah partner. Saat mengambil keputusan untuk anak ada baiknya hasil keputusannya adalah hasil kesepakatan bersama. Namun, sebaiknya jangan berdebat di depan bayi. Bayi juga bisa mengalami stres.

• VIVAnews