Serangan jantung memang bisa menyerang siapa saja. Tapi studi terbaru menunjukkan orang dengan golongan darah O memiliki risiko lebih sedikit terkena serangan jantung.

Para peneliti secara bersamaan menemukan gen yang bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler, tapi disisi lain peneliti juga menemukan bahwa golongan darah O bisa menjaga arteri seseorang dari serangan jantung.

“Gen tertentu bisa menyebabkan seseorang mudah terkena penumpukan plak di arteri jantung tapi tidak mengalami serangan jantung, sementara gen yang berbeda menyebabkan serangan jantung ketika seseorang sudah memiliki plak di arteri,” ujar Dr Muredach P Reilly, seorang profesor kedokteran di Cardiovascular Institute of the University of Pennsylvania, seperti dikutip dari Healthday, Senin (17/1/2011).

Reilly menuturkan studi ini menunjukkan hubungan yang beraneka ragam antara genetika dan kesehatan jantung, karena tidak semua gen untuk penyakit jantung adalah sama. Laporan ini diterbitkan dalam edisi 15 Januari 2011 dari The Lancet online.

Dalam studi ini tim Reilly membandingkan hampir 13.000 orang dengan penyakit jantung koroner terhadap 7.000 orang yang tidak memiliki kondisi tersebut.

Sedangkan untuk mengidentifikasi gen-gen tertentu yang mungkin memainkan peran dalam serangan jantung, peneliti membandingkan sekitar 5.800 orang dengan penyakit koroner yang mengalami serangan jantung terhadap 3.600 orang dengan jantung koroner tapi tidak pernah mengalami serangan jantung.

Tim Reilly berhasil mengidentifikasi sebuah gen baru yang disebut dengan ADAMTS7 yang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner.

Selain itu secara spesifik gen yang dimiliki oleh orang bergolongan darah O ternyata mampu melindunginya dari serangan jantung, dan jenis golongan darah O dikenal sebagai donor sel darah merah universal.

Meski demikian golongan darah O hanya melindungi risiko serangan jantung bukan penyakit jantung keseluruhan dan stroke.

sumber : detikhealth