Filtering domain name server (DNS) Nawala Project telah digunakan oleh 40 negara sebagai acuan untuk memblokir konten pornografi di internet. Dengan ikut digunakannya solusi filtering ini untuk BlackBerry, nama Nawala dari Indonesia bisa semakin mendunia.

Ya, menurut salah satu pengurus yayasan Nawala, MS Manggalanny, DNS filtering yang punya sejuta daftar hitam konten negatif di internet ini telah digunakan untuk melayani 12 juta pengguna di 40 negara.

“Di antaranya negara-negara dari Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan. Sedangkan di Indonesia, Nawala sudah digunakan oleh para operator dan penyedia jasa internet,” papar pria yang akrab disapa Didin Pataka ini kepada detikINET, Kamis (20/1/2011).

Seperti dijelaskan olehnya, yang menjadi alasan mengapa banyak negara kepincut menggunakan jasa DNS filtering Nawala ialah karena solusi ini mudah digunakan dan cukup efektif.

“Nawala jadi basic filtering karena metode DNS ini yang paling moderate large scale minimum resource-nya dan fast deploy. Murah tapi efektif,” jelas Didin.

Karena alasan itu pula, RIM yang sedang diburu-buru waktu untuk memenuhi tenggat pemblokiran, akhirnya memilih Nawala sebagai solusinya. Terlebih, DNS filtering ini juga turut direkomendasikan operator yang menjadi mitranya.

Dengan digunakannya filtering Nawala oleh BlackBerry, tentu semakin membuka lebar peluang Nawala untuk kian mendunia. “Sebelumnya sudah dipakai 40 negara, justru RIM yang baru ikut belakangan,” pungkas Didin.

BlackBerry sendiri telah dipasarkan melalui 475 mitra operator dan channel di 160 negara di dunia. Di Asia Pasifik, RIM bekerjasama dengan lebih dari 45 operator di 20 negara termasuk enam operator dari Indonesia.
( rou / rns )