Penggodokan rencana kenaikan gaji 8.000 pejabat negara akan menjadi salah satu prioritas kerja Kementerian Keuangan tahun ini. Kenaikan itu akan didasarkan pada ketentuan dalam peraturan pemerintah yang mengatur struktur penggajian pejabat negara. “Ini agar sistem penggajian maksimal. BUMN siap saja,” kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Mustafa Abubakar, di Jakarta, Kamis, 27 Januari 2011.

Kementerian BUMN akan menyerahkan pembahasan rencana kenaikan gaji pejabat itu kepada tim dari Kementerian Keuangan. “Tapi, jika diajak untuk mengevaluasi, kami siap saja,” ujar Mustafa.

Dia menilai pembenahan struktur gaji pejabat negara, termasuk Kementerian BUMN, merupakan bagian dari penerapan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Termasuk dalam rencana ini adalah kemungkinan mengevaluasi gaji direksi BUMN.

“Itu semua akan kami evaluasi. Gaji dan bonus kami berikan secara layak. Kami serahkan kepada tim yang mengkaji secara menyeluruh dan komprehensif,” ujarnya.

Kini terungkap, sejumlah eksekutif puncak BUMN menerima gaji cukup besar. Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah mengatakan ada gaji direksi BUMN yang mencapai 10 kali lipat dari gajinya. “Tidak apa-apa. Yang penting kinerjanya baik. Jangan sampai gajinya 10 kali lipat gaji presiden, namun tidak lebih sregep (rajin),” kata Presiden.

Gaji pokok presiden saat ini sekitar Rp62 juta. Belum lama ini, Presiden mengatakan gajinya sudah tujuh tahun ini tidak naik.

Jajaran eksekutif puncak sejumlah BUMN besar tercatat menerima gaji dalam besaran yang jauh di atas gaji presiden, di atas Rp200 juta per bulan. Lima BUMN di antaranya adalah:

No BUMN THP/Bulan (Rp)
Keterangan
1. Telkom 602 juta Penghasilan itu terdiri atas gaji, tunjangan, asuransi dan tunjangan lainnya. Dalam setahun, penghasilan Dirut Telkom sebesar Rp7,22 miliar. Sedangkan untuk level Direktur, rata-rata memperoleh penghasilan sebesar Rp6,53 miliar per tahun atau Rp544 juta per bulan.
2. Bank Mandiri 705 juta Mengacu RUPS 4 Mei 2009, gaji Dirut Bank Mandiri Rp166 juta. Direksi Bank Mandiri mendapat gaji Rp27,57 miliar, tunjangan Rp17,51 miliar, dan bonus RP48 miliar atau togal Rp93,08 miliar pada 2009. Jumlah itu setara dengan Rp7 miliar per tahun atau Rp705 juta per bulan untuk setiap anggota Direksi.
Itu belum termasuk fasilitas 11 direksi berupa perumahan Rp1 miliar, transportasi Rp3,87 miliar dan santunan Rp4,69 miliar.
3. BRI 333 juta Gaji dan tunjangan 2009 bagi direksi BRI Rp40,3 miliar. Sehingga rata-rata direktur menerima penghasilan Rp4 miliar per tahun atau Rp333 juta per bulan. Namun itu belum termasuk bonus, insentif dan tantiem yang diterima direksi dan komisaris mencapai Rp159,9 miliar pada 2009. Kabar yang beredar, total penghasilan seorang direktur BRI tidak jauh berbeda dengan Mandiri.
4. BNI 314 juta Gaji dan kompensasi diterima direksi dan komisaris pada 2009 sebesar Rp42 miliar. Penghasilan sembilan direksi BNI diperkirakan Rp34 miliar selama 2009. Sehingga penghasilan direktur Rp3,7 miliar per tahun atau Rp314 juta per bulan. Namun, tidak ada penjelasan lebih jauh soal tunjangan dan beragam fasilitas yang diterima.
5. Aneka Tambang 250,8 juta Jumlah gaji dan tunjangan lainnya untuk komisaris dan direksi perseroan sekitar RP27,7 miliar pada Desember 2009. Dengan asumsi sekitar 65 persen dari total gaji dan tunjangan sekitar Rp18,06 miliar untuk direksi, maka untuk enam direksi BUMN Antam menerima gaji dan tunjangan Rp3,01 miliar per tahun atau RP250,8 juta per bulan.

(Data Laporan Keuangan 2009)

Bank Indonesia

Hampir bersamaan, pekan depan, Panitia Kerja Anggaran Tahunan Bank Indonesia (BI) pun akan menggelar rapat terakhir guna menetapkan kenaikan gaji pegawai BI hingga 20 persen. Namun, untuk jajaran Dewan Gubernur, Komisi Keuangan dan Perbankan DPR RI memberikan tiga opsi.

Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis, mengatakan, ketiga opsi tersebut adalah: pertama, gaji dewan gubernur tidak naik sama sekali; kedua, gaji gubernur BI naik, namun selain posisi gubernur–yakni para deputi gubernur– naik maksimal tiga persen saja; yang ketiga, deputi gubernur maksimal naik tiga persen, dan gubernur BI di bawah tiga persen.

“Masih harus diformulasikan kembali. Minggu depan, panja terakhir, sehingga Kamis sudah bisa raker untuk memutuskan,” ujar dia.

Ketiga opsi tersebut, menurut Harry, selanjutnya akan dibahas dalam Rapat Dewan Gubernur BI untuk kemudian diputuskan.

Bagi pegawai dasar di bank sentral, kenaikan direncanakan 15-20 persen dari gaji pokok, pegawai tata usaha dan staf naik 10-15 persen, kepala seksi dan kepala bagian naik 7-10 persen. Sementara itu, level deputi dan direktur naik 3-7 persen sesuai prestasi dan masa kerja.

“Kenaikan gaji pegawai BI ini untuk menyesuaikan dengan gaji bank-bank umum,” ujar Harry.

Deputi Gubernur BI Muliaman Hadad enggan berkomentar mengenai opsi yang diajukan DPR. “Nanti saja kalau sudah disetujui,” katanya.

Harry menambahkan, besaran gaji pegawai BI cukup tinggi karena ada beragam jenis tunjangan, mulai dari tunjangan fungsional hingga cuti tahunan. Besaran tunjangan fungsional itu bahkan melebihi gaji pokok.

Selain tunjangan fungsional, berbagai macam tunjangan lain adalah tunjangan insentif sebesar tiga kali gaji pokok dalam satu tahun, tunjangan cuti tahunan sebesar satu kali gaji pokok, dan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan. Untuk gubernur BI, THR besarnya Rp145 juta yang diberikan dua kali dalam satu tahun.

Berikut komposisi gaji pokok dan tunjangan fungsional pegawai BI:

No Jabatan Gaji Pokok Tunjangan
1 Gubernur BI 41,1 juta 121,4 juta
2 Deputi Gubernur Senior 35 juta 103,2 juta
3 Deputi Gubernur 31,9 juta 91 juta
4 Direktur 12-36 juta 44,7 juta
5 Deputi Direktur 6,9-20,4 juta 29,4 juta
6 Kepala Bagian 3,1-12,4 juta 25,6 juta
7 Deputi Kepala Bagian 3,1-12,4 juta 15,1 juta
8 Kepala Seksi 2,1-8,3 juta 10,2 juta
9 Staff 1,7-4,6 juta 5,6 juta
10 Pegawai TU 800 ribu-2,1 juta 2,5 juta
11 Pegawai Dasar 500 ribu-1,4 juta 1,8 juta

• VIVAnews