Pertanyaan ini adalah yang paling sering ditanyakan oleh para member maupun rekan-rekan traders yang saya kenal kepada saya. Saya akan coba jawab melalui artikel ini.

Why Cut Loss diperlukan ?
Cut Loss itu adalah pengaman yang akan menyelamatkan capital kita dari kehancuran bila market sedang tidak bersahabat.
Seperti kita ketahui, bahwa kita tidak bisa memprediksi market, dan kadang ketika terlihat market sedang tenang tiba-tiba market berbalik arah dan dengan parahnya turun (baca: guyuran) sehingga menggerus profit kita bahkan capital kita.

High wire actHigh wire act

Cut loss itu ibarat jaring pengaman pada atraksi berjalan pada seutas tali.  Ada satu cerita tentang seorang pemain professional bisa melakukan  atraksi tersebut dengan berkali-kali sukses tanpa jatuh, dengan menggunakan jaring pengaman.
Saking percaya dirinya dia, maka suatu saat, dia melepas jaring pengaman tersebut, dan pada saat itu pula dia jatuh, dan kakinya cacat seumur hidup sehingga harus diamputasi, maka habislah karir profesionalnya, dan dia berhenti dari profesinya.

Banyak dari traders yang tanpa cutloss berhasil mencetak profit, dan mereka begitu yakin bahwa tanpa cutloss mereka masih bisa make profit, sampai suatu saat market bergerak berlawanan dan menggerus profit bahkan capitalnya sampai habis, sehingga dia tidak bisa trading lagi, karena tidak ada modal lagi utk trading.

Bagaimana Menentukan Cut Loss level ?
Cut loss level ditentukan biasa bila suatu support / garis trend dipatahkan atau di tembus.
Kenapa demikian ? Karena prinsip dari support & resisten adalah bila garis support ditembus, maka support tersebut akan menjadi resisten dan sebaliknya, dan kecenderungan bila suatu support ditembus dg solid, maka harga akan cenderung untuk semakin melemah kebawah sampai dia mencari support berikutnya.
Berikut adalah chart INCO yang yang ditembus pada tanggal 3 June 2011:

INCO BreakdownINCO Breakdown

INCO pada tanggal 31 May 2011 closing pas di garis supportnya. Hal ini kita bisa siap-siap untuk Cutloss (CL) dan dilanjutkan dg 2 candle berikutnya yang semakin memburuk. Traders yang jeli harusnya sudah exit dari posisi atau paling tidak mengurangi posisi bila hal seperti ini terjadi, sambil menunggu konfirmasi.
Konfirmasi breakdown terjadi pada tanggal 6 June 2011, dimana traders harus exit seluruhnya. Kadang bila exit ketika penembusan confirm sudah telat, karena harga sudah meluncur cukup dalam. Maka teknik yang biasa saya terapkan bisa dengan menggunakan exit 1/2 nya  bila belum confirm, dan 1/2 sisanya bila telah confirm ditembus.

atau bisa juga dengan menggunakan line chart untuk menggambar grafik seperti dibawah ini

Saya coba gambarkan INCO dari sudut pandang berbeda

Line chart INCOLine chart INCO

Bila kita gambar dg line chart, dapat dilihat pada gambar disamping bahwa confirm penembusan terjadi pada 31 May, lebih awal dan kita bisa exit sebelum harga meluncur jauh kebawah.

Garis biru itu adalah support yg digambar dg menggunakan line chart, dan garis merah adalah support yg biasa kita gambar dg candlechart. :)

 

Kapan kita Cut Loss ?
Pertanyaan berikutnya adalah kapan kita harus cut loss ? Pada saat intraday level support ditembus ? atau pada saat menjelang closing ?
Bagaimana bila harga menjelang closing sudah turun terlalu dalam ?
Ini adalah pertanyaan sangat klasik yang paling sering ditanyakan oleh rekan-rekan traders.
Cut loss dilakukan idealnya bila suatu candle ditutup dibawah atau menembus kebawah level support yang ditentukan (1-2 tick kebawah). Jadi idealnya keputusan cut loss dilakukan menjelang tutup bursa, sekitar 10-15 menit sebelum tutup bursa (pk 15.45-16.00 WIB) Biasanya pada jam tersebut candle akan terbentuk hampir sempurna.

Atau bisa juga CL dilakukan pada intraday tidak perlu menunggu harga tutup, bila harga Average saham tersebut turun terus dan berada dibawah level cut loss yang ditentukan (1-2 tick kebawah). Harga average biasa disebut dengan VWAP – Harga tertimbang rata-rata.
Anda bisa lihat di Etrading HOTS pada menu [0001] Stock Price:

Harga AvgHarga Avg

Lihat pada harga AVG yaitu 4678.99  ( ini harga avg closing pada tgl 7 June 2011)Mengambil keputusan cut loss memang selalu tidak mudah, selain menyangkut hilangnya (loss) capital kita, juga kadang menyangkut emosi dan “harga diri” bahwa pilihan saham yang kita beli tidak sesuai harapan. Mengakui diri kita salah ini kadang lebih berat daripada kehilangan uang itu sendiri :)

Teknik Tingkat Lanjut
Ada teknik yang saya biasa gunakan yaitu dengan menggunakan avg down ketika harga jatuh menembus support yang ditentukan sebelumnya.
Saya biasa mencari level support dibawah nya lagi, dan bila jarak tidak terlalu jauh, maka saya akan tunggu sampai saham tersebut sampai pada level support dibawah nya. Saya average down ketika saham tersebut memantul dari supportnya. Saham biasa akan mengalami technical rebound bila harga jatuh sudah terlalu dalam.
Nah pada saat rebound ini kita avg down.

Bila saham trendnya turun, maka rebound nya tidak akan kuat dan akan kembali meluncur turun, nah pada saat ini saya akan CL. Kerugian yang saya alami diawal dapat diminimalkan dg cara ini, atau bahkan cuma balik modal saja (BEP).

Bila saham yang trendnya naik, maka rebound biasa akan berlanjut dengan reversal dan confirm harga akan menguat terus, dan disini kita bisa hold terus sampai mencetak profit.
Ingat ya.. ini sangat highly technical, dan butuh latihan untuk bisa melakukan dengan sempurna.

Akhir kata semoga artikel ini dapat menjawab pertanyaan para traders dalam mengambil keputusan cut loss.
Demikian sharing dari saya, semoga berguna bagi kita semua

Salam Cuan selalu
Tommy Yu
Jsxpro.com

sumber : http://www.jsxpro.com/cut-loss/

Advertisements