Memilih nama anak adalah sebuah keputusan besar. Selama hidupnya, anak Anda akan menggunakan nama yang Anda berikan padanya.

Menurut Laura Wattenberg, penulis ‘The Baby Name Wizard’, nama anak lebih banyak mencerminkan kepribadian orang tua ketimbang anak. “Nama Anda bukan milik Anda. Orang tua membuat keputusan karena anak belum dapat melakukannya untuk diri sendiri. Dan nama yang Anda pilih lebih banyak mencerminkan kepribadian Anda.”

Berikut beberapa nama yang mencerminkan kepribadian orang tua.

1.Nama yang tak biasa: Orang tua haus perhatian

Selama beberapa tahun terakhir, orang tua tak lagi terikat pada nama-nama tradisional untuk bayi mereka. “Orang tua saat ini ingin anaknya berbeda daripada yang lain,” ucap Maryanna Korwitts, pendiri TheBaby Naming Experience.com.

Orang tua yang memilih nama itu merupakan kombinasi orang yang kreatif dan menyukai perhatian, bukan hanya pada anak tapi pada mereka yang memberikannya.

2. Nama anak konvensional: orangtua seorang konservatif.

Kata konservatif bukan berarti membosankan. Nama-nama kuno juga menjadi tren nama mana kini.  “Aturan tiga generasi berlaku pada pemberian nama anak. Bagi orang tua, nama ayah ibu mereka mungkin terdengar kuno, tapi nama kakek mereka mungkin terdengar elegan dan segar.”

3.Ejaan nama anak kreatif: orang tua berani tampil beda.

Banyak orangtua yang memilih nama yang umum, tapi dengan ejaan sendiri. Ini adalah upaya untuk membuat perbedaan bagi anak-anak mereka. “Dalam upaya agar menjadi berbeda dan membuat anak mereka spesial kita melihat variasi dalam ejaan nama,” kata Candace Alper, pencipta Name Your Tune.

Namun, teknik ini dapat menjadi bumerang dan menjadi olok-olok saat anak beranjak dewasa bagi anak lain. “Mungkin orangtua ingin nama anaknya terdengar unik, tapi bisa jadi menjadi sesuatu yang sangat liar, membingungkan dan menjadi bahan ejekan teman-temannya.” jelas Moss.

Dia menyarankan untuk berhati-hati menggunakan ejaan yang berbeda.

4. Nama menggunakan nama keluarga: orang tua sentimental

“Nama anak akan menjadi sebuah cerita yang lebih pribadi dan tidak akan menimbulkan banyak pertanyaan dari orang di sekitar,” kata Wattenberg.

Namun, dia menambahkan orang tua masih dapat kreatif sekaligus menghormati keluarga. Seperti nama anak pasangan Will dan Jada Smith, Willow  yang merupakan plesetan nama ayahnya. Atau, gunakan nama keluarga sebagai nama tengah atau pertama.

5. Nama anak seperti selebriti atau budaya pop: orang tua ingin meningkatkan kepercayaan diri

Nama Bella dan Edward mendadak populer setelah keberhasilan Twilight. Mariah Carey juga menamai putri kembarnya sama dengan nama Monroe untuk menghormati bintang favorit di masa lalu, Marilyn Monroe.

“Saya menduga nama anak yang diberikan seperti selebriti mengungkap keinginan orang tua yang ingin terkenal atau memperoleh ketenaran optimal. Ini dibutuhkan dengan membuat pernyataan publik lewat nama anak-anak mereka,” kata Korwitts.

6. Anak dinama dengan destinasi: orang tua adalah seorang petualang

Nama-nama  tempat yang dijadikan nama buah hati seringkali memiliki banyak makna bagi orang tua. “Bisa jadi tempat mereka bertemu, menghabiskan bulan madu, atau tempat dimana anak ini dikandung. Ini adalah cara memastikan agar anak memiliki kepribadian dari tempat tertentu.”

Nama destinasi pada anak juga mengirimkan sinyal kepada orang lain bahwa orang tua adalah seorang petualang sejati. Jika Anda memberi nama anak London, orang akan berasumsi atau bertanya apakah Anda pernah menghabiskan beberapa waktu di sana. Jadi, nama ini juga berfungsi sebagai cara memamerkan petualangan pribadi Anda lewat nama anak yang eksotis dan tak biasa.

7. Nama anak uniseks: orang tua fokus pada keberhasilan anak

Di sebuah kasus ekstrim misalnya, sepasang orang tua memberi nama anak mereka ‘Badai’ tanpa menjelaskan jenis kelaminnya. Namun ada juga beberapa nama yang netral namun bisa dipakai di kedua gender.

“Banyak orang tua memberi anak perempuan mereka nama uniseks karena berpikir akan memberi keuntungan di kemudian hari,” kata Korwitts. “Nama-nama uniseks biasanya berkualitas, lebih tegas dan agresif sehingga orangtua berharap anak lebih sukses saat dewasa,” ucapnya.

Tapi, hati-hati, karena nama uniseks dapat berefek sebaliknya di era teknologi. “Orang-orang berkomunikasi lebih banyak dan intens melalui email dan internet. Lawan bicara bisa saja kesulitan apakan mereka sedang berbicara pada seorang pria atau wanita,” jelas Korwitts.  Sehingga, banyak orang yang memiliki nama uniseks mengganti nama mereka untuk memperjelas jenis kelamin mereka. (adi)

• VIVAnews